10 Pesawat Kebanggaan Matra Udara NKRI
-
Sukhoi Su-27SK, Su 30SK dan Su 3 MK2Gambar ini telah di perkecil agar sesuai dengan halaman. Klik pada gambar untuk melihat ukuran aslinya.Sukhoi Su-27 adalah pesawat tempur yang awalnya diproduksi oleh Uni Soviet, dan dirancang oleh Biro Desain Sukhoi. Pesawat ini direncanakan untuk menjadi saingan utama generasi baru pesawat tempur Amerika Serikat (yaitu F-14 Tomcat, F-15 Eagle, F-16 Fighting Falcon, dan F/A-18 Hornet). Su-27 memiliki jarak jangkau yang jauh, persenjataan yang berat, dan kelincahan yang tinggi. Sedangkan Su 30SK, adalah pengembangan dari Su-27UB, dan memiliki beberapa varian. Seri Su-30K dan Su-30MK telah sukses secara komersial. Varian-varian ini diproduksi oleh KNAAPO dan Irkut, yang merupakan anak perusahaan dari grup Sukhoi. KNAAPO memproduksi Su-30MKK dan Su-30MK2, yang dirancang dan dijual kepada Tiongkok. Su-30 paling mutakhir adalah seri Su-30MK buatan Irkut.Skuadron Udara 11 (Koops II), Lanud Hasanudin, MakasarJenis Pesawat: SU-27SK, SU-30SK – Satu Skuadron2. F-16 Fighting FalconF-16 Fighting Falcon adalah jet tempur multi-peran yang dikembangkan oleh General Dynamics, di Amerika Serikat. Pesawat ini awalnya dirancang sebagai pesawat tempur ringan, dan akhirnya ber-evolusi menjadi pesawat tempur multi-peran yang sangat populer. Pesawat ini sangat popular di mata international dan telah digunakan oleh 25 angkatan udara. F-16 dikenal memiliki kemampuan tempur di udara yang sangat baik, dengan inovasi seperti tutup kokpit tanpa bingkai yang memperjelas penglihatan, gagang pengendali samping untuk memudahkan kontrol pada kecepatan tinggi, dan kursi kokpit yang dirancang untuk mengurangi efek g-force pada pilot. Pesawat ini juga merupakan pesawat tempur pertama yang dibuat untuk menahan belokan pada percepatan 9g. Indonesia memiliki varian F-16A dan F-16B sebanyak 12 unit, tetapi 2 unit mengalami kecelakaan pada dua insiden berbeda.
Skuadron Udara 3 Elang Biru (Koops II)
Jenis Pesawat: F-16A dan F-16B
Lokasi: Pangkalan Udara Iswahyudi
3. F-5E/F Tiger II
F-5E/F Tiger II adalah bagian dari keluarga pesawat tempur supersonik ringan yang dirancang dan diproduksi oleh Northrop, di Amerika Serikat, sejak tahun 1960-an. Ratusan pesawat ini masih dipakai oleh berbagai angkatan udara di dunia sampai abad ke-21, dan pesawat ini juga menjadi dasar untuk pengembangan beberapa pesawat lainnnya. Produksi pesawat F-5A dan F-5E berakhir pada tahun 1972 dan 1987. Armada tempur TNI AU juga diperkuat beberapa jenis pesawat ini, yang tergabung dalam Skuadron Udara 14 (Koops II) yang berlokasi di Pangkalan Udara Iswahyudi.
4. Hawker-Siddeley Hawk
Hawker-Siddeley Hawk adalah jet tempur ringan/latih produksi BAE Hawk sejak 1974. BAE Hawk adalah sebuah perusahaan dari Britania Raya. Hawk merupakan pesawat latih interim untuk pesawat tempur generasi 4 ( F-16, F-15, dll) menggunakan radar modern APG-66 ( khusus varian Mk 200 ) dan rudal AIM-9 Sidewinder. Hawk Mk 109 / 209 merupakan kode untuk Hawker-Siddeley Hawk yang diekspor ke Indonesia yang mulai melengkapi TNI-AU sejak tahun 1997 (di tahun 1980-an, TNI-AU juga pernah membeli sejumlah Hawk Mk 53).Hawk Mk 209 merupakan varian single seater dari keluarga Hawk.Pesawat ini dikhususkan untuk mengemban misi air superiority dan ground attack. Dari 32 pesawat jenis ini yang dimiliki TNI AU , hanya 29 yang saat ini masih beroperasi. Skuadron Udara 12 (Koops I), Pangkalan Udara Pekanbaru dan Skuadron Udara 1 (Koops I) Pangkalan Udara Supadio diperkuat pesawat jenis ini.
5. A-4 SkyhawkGambar ini telah di perkecil agar sesuai dengan halaman. Klik pada gambar untuk melihat ukuran aslinya.A-4 Skyhawk adalah pesawat serang yang awalnya dirancang untuk beroperasi di atas kapal induk Angkatan Laut Amerika Serikat. Pesawat ini dirancang dan diproduksi oleh Douglas Aircraft Corporation dan awalnya diberi nama ‘A4D’ sesuai dengan sistem penamaan proyek dalam Angkatan Laut AS pra-1962. Lima puluh tahun setelah terbang perdana pesawat tempur ini, masih ada beberapa dari hampir 3000 Skyhawk yang telah diproduksi tetap menjadi tulang punggung beberapa angkatan udara di dunia, termasuk yang masih diterbangkan dari kapal induk.TNI-AU pernah mengoperasikan sebanyak 37 Skyhawk II tipe A-4E dan TA-4E (ex Angkatan Udara Israel) hingga tahun 2003. Pada tahun itu TNI-AU menggantinya dengan dua unit Su-27SK dan dua unit Su-30MK dari Rusia. Belakangan tersebar berita bahwa TNI-AU berkeinginan untuk mengaktifkan kembali armada A-4 Skyhawk-nya melalui pembelian suku cadang baru setelah AS mengakhiri embargo penjualan amunisi dan suku cadang militer kepada Indonesia.6. OV-10 Bronco
OV-10 Bronco adalah pesawat militer ringan berbaling-baling bermesin ganda buatan North American Rockwell sebagai pesawat serang ringan dan pesawat angkut ringan. Pesawat ini dikembangkan pada tahun 1960-an sebagai pesawat khusus untuk pertempuran COIN (COunter-INsurgency) atau anti-gerilya. Walaupun memiliki sayap tetap, kemampuannya mirip dengan kemampuan helikopter serbu berat yang cepat, mampu terbang jarak jauh, murah dan sangat dapat diandalkan.TNI-AU saat ini tercatat memiliki 16 unit OV-10F (varian OV-10 khusus untuk TNI-AU) yang tergabung dalam Skadron Udara 21 yang bermarkas di Lanud Abdul Rachman Saleh, Malang, Jawa Timur. Pesawat-pesawat ini dibuat pada tahun 1976 dan berperan aktif dalam konflik di Timor Timur, ketiadaan bom yang baru akan dikirimkan oleh Amerika Serikat setelah 3 tahun dari pembelian disiasati dengan memasang bom-bom Rusia dengan memodifikasi bagian cantelan bom di pesawat. Pada tahun 2007 diketahui beberapa pesawat ini masih aktif dioperasikan oleh TNI-AU.
Setelah mengalami beberapa kecelakaan yang mengakibatkan pilotnya tewas, TNI-AU memutuskan untuk mengganti pesawat ini dengan pesawat yang baru. Pihak TNI memilih pesawat Super Tucano buatan Embraer Brazil. Saat ini pesawat ini dioperasikan oleh beberapa negara di Amerika Latin, a.l. Brazil, Colombia, Guatemala dan Republik Dominika. Selain negara-negara tersebut, sebuah pesawat ini juga digunakan oleh perusahaan militer swasta dari Amerika Serikat, Blackwater. Sebagaimana halnya OV-10 Bronco, Super Tucano juga didesain untuk serangan udara ringan, anti-gerilya, pesawat latih dan patroli perbatasan dengan sistem senjata dan avionik yang lebih canggih.7. T-50 Golden EagleGambar ini telah di perkecil agar sesuai dengan halaman. Klik pada gambar untuk melihat ukuran aslinya.T-50 Golden Eagle adalah pesawat latih supersonik buatan Amerika-Korea. Dikembangkan oleh Korean Aerospace Industries dengan bantuanLockheed Martin. Program ini juga melahirkan A-50, atau T-50 LIFT, sebagai varian serang ringan. Program T/A-50 dimaksudkan sebagai pengganti dari berbagai pesawat latih dan serang ringan. Ini termasuk T-38 dan F-5B untuk pelatihan dan Cessna A-37B Close Air Support; yang dioperasikan AU Republik Korea.
TNI AU sedianya telah membeli 16 pesawat tipe ini, untuk menggantikan skuadron OV-10F Bronco yang dipensiunkan. Kesemuanya akan diikirimkan pada 2013 nanti.8. F-33Gambar ini telah di perkecil agar sesuai dengan halaman. Klik pada gambar untuk melihat ukuran aslinya.F-33 (sebelumnya KF-X) adalah sebuah program Korea Selatan dan Indonesia untuk mengembangkan pesawat tempur multi-fungsi canggih untuk Angkatan Udara Republik Korea (ROKAF) dan Tentara Nasional Indonesia – Angkatan Udara (TNI-AU), program ini dipelopori oleh Korea Selatan dengan Indonesia sebagai mitra utama.9. MiG-17
MiG-17 adalah pesawat tempur jet Uni Sovyet yang aktif sejak tahun 1952. Pesawat ini merupakan pengembangan lebih lanjut dari MiG-15. Tercatat Indonesia pernah memiliki pesawat jenis ini. Pesawat ini umumnya digunakan di negara-negara Pakta Warsawa, Afrika, dan Asia.10. Lavochkin La-11Gambar ini telah di perkecil agar sesuai dengan halaman. Klik pada gambar untuk melihat ukuran aslinya.Lavochkin La-11 adalah pesawat tempur jarak jauh Soviet pasca Perang Dunia II. Pesawat ini dilengkapi dengan ban yang lebih besar dan fasilitas untuk penerbangan jarak jauh. Selain itu, radio navigasi yang telah terinstal. Namun begitu, pesawat ini tidak cocok untuk pertempuran di atas 7.000 m (23.000 kaki). Pada akhir produksi pada tahun 1951, sebanyak 1.182 pesawat dibangun.Referensi: http://ref.gudangartikel.net/6p
Tidak ada komentar:
Posting Komentar