Sabtu, 09 Maret 2013

Dampak Immobilisasi Terhadap Psikososial
Kondisi immobilitas dapat memengaruhi emosional, intelektual, sensori, dart sosiokultural. Perubahan pada status emosional biasanya terjadi secara bertahap. Umumnya, perubahan emosional klien immobilisasi di antaranya adalah depresi, perubahan tingkah laku, perubahan siklus bangun tidur, dan penurunan kemampuan pemecahan masalah.
a. Depresi
Klien immobilisasi dapat menjadi depresi karena perubahan dalam konsep diri dan kecemasan tentang kondisi kesehatannya, keuangan, masalah keluarga, serta faktor lain seperti masalah menurunnya kemandirian dan otonomi dalam melakukan aktivitas hidup sehari-hari (Activity Daily Living-ADL). Depresi merupakan emosional abnormal yang ditandai dengan perasaan sedih, patah hati, merasa tidak berguna, perasaan kosong, dan tidak ada harapan yang sesuai dengan kenyataannya.
b. Perubahan tingkah laku
Pada klien immobilisasi, perubahan tingkah laku sangat bervariasi dan bersifat individual. Perubahan tingkah laku yang biasa terjadi pada klien immobilisasi antara lain sikap permusuhan, suka bertengkar, mudah marah, perasaan puling, menarik diri, bingung, dan cemas.
Terjadinya perubahan perilaku pada klien immobilisasi dapat disebabkan karena kehilangan peran dalam keluarga, tempat kerja, dan kebergantungan yang tinggi terhadap orang lain. Kondisi in i menyebabkan harga diri klien rendah, perasaan tidak berguna, dan berbagai penilaian negatif terhadap dirinya. Bila mekanisme kompensasi yang dilakukan tidak efektif, maka muncul perubahan perilaku pada klien sebagaimana yang telah disebutkan di atas.
c. Perubahan siklus bangun tidur
Posisi berbaring yang tidak berubah dalam jangka waktu yang lama dapat menimbulkan ketidaknyamanan dalam istirahat dan tidur, sehingga pola tidur klien menjadi terganggu. Klien immobilisasi tidak dapat tidur tanpa perubahan posisi sehingga pola tidur klien menjadi terganggu. Selain itu, tidak adanya aktivitas, kurangnya rangsangan sensori, dan kesendirian (kesepian) di tempat tidur menyebabkan klien tidak produktif di siang hari sehingga klien sering tidur saat tersebut, dan dampaknya pada malam hari klien tidak bisa tidur.
d. Penurunan kemampuan pemecahan masalah
Immobilisasi yang lama menyebabkan kemampuan klien untuk mengembangkan aktivitas intelektual dapat menurun, sehingga kemampuan untuk memecahkan masalah juga menurun. Penurunan kemampuan tersebut diakibatkan oleh kurangnya stimulus intelektual dan stres terhadap penyakit yang dialaminya dan kondisi tubuhnya yang tidak berdaya.
Pustaka: Teknik Prosedural Konsep & Aplikasi Kebutuhan Dasar Klien

Tidak ada komentar:

Posting Komentar